Langsung ke konten utama

Motif Kawung Mydebz Batik

Bentuk motif batik kawung sebenarnya merupakan salah satu bentuk ornamen kuno yang sudah ada berabad-abad yang lalu, bahkan sejak prasejarah. Ornamennya disarikan dari buah kawung, atau kolang kaling yang di distorsi dalam bentuk oval dan disusun silang, menggambarkan struktur jagat raya. Pusat persilangannya merupakan sumber energi, dan miniatur dari jagat raya. Sejak peradaban bangsa Yunani Kuno, telah dikenal seni ornamen sebagai sarana hiasan disamping sering ditemukan pula nilai-nilai simbolis atau maksud-maksud tertentu yang ada hubungannya dengan pandangan hidup (falsafah hidup) dari manusia atau masyarakat pembuatnya.
Pada pemikiran budaya Jawa, terdapat pandangan ang berpangkal pada konsep "Sadulur Papat Limo Pancer". Hal ini mempunyai pengertian yang terus berkembang dari zaman pra islam hingga zaman islam. Motif ini adalah ekspresi prinsip Mandala yaitu komposisi empat arah mata angin dengan pusat satu. Pengertian asalnya adalah penyelarasan antar jagat kecil (manusia dengan mikrokosmos) dengan jagat besar berupa alam semesta (manusia dengan makrokosmos).
Motif kawung ini pemakaiannya hanya boleh dipakai oleh kalangan raja dan keluarga raja, tetapi dalam pewayangan, motif ini juga dipakai Ki Lurah Semar dan anak-anaknya.
motif kawung mydebz batik
Motif Kawung Klasik

motif kawung mydebz batik
Motif Kawung Kreasi

motif kawung mydebz batik
Motif Kawung

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah dibalik Motif Batik Truntum

Menurut Winarso Kalinggo,motif truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Beruk,seorang garwa ampil (selir) dari Pakubuwana III yang bertahta dari 1749-1788 M. Ia adalah anak dari seorang abdi dalem bernama Mbok Wira Reja. Sang garwa ampil yang semula dicintai dan dimanja oleh raja,merasa dilupakan oleh raja yang telah mempunyai kekasih baru. Hatinya merasa sepi dan gundah karena harus melewatkan hari-harinya tanpa kehadiran sang raja. Pada suatu malam, perhatian Kanjeng Ratu Beruk tertuju pada indahnya bunga tanjung yang jatuh berguguran di halaman keraton yang berpasir pantai. Seketika itu juga ia mencanting motif bunga tanjung yang bertebaran itu pada sehelai kain. "Ini refleksi dari sebuah harapan. Walaupun langit malam telah tiada bulan, masih ada binatang sebagai penerang. Selalu ada kemudahan disetiap kesulitan. Sekecil apapun kesempatan, ia tetap bernama kesempatan," begitu ujar Winarso Kalinggo melukiskan harapan ratu pembuat truntum. Ketekunan ratu dalam membatik menari...

Motif Slobog Klasik Mydebz Batik

Batik slobog merupakan salah satu contoh dari beraneka ragam batik Solo. Batik slobog yang yang dapat diartikan lobok atau longgar dalam bahasa Indonesia. Batik slobog ini juga sering dipakai orang-orang untuk melayat. Mengapa demikian? Ternyata motif ini memiliki makna agar yang meninggal diberikan kelonggaran atau dalam kata lain tidak mendapat kesulitan saat menghadap kepada Tuhan Yang Maha Esa. Batik slobog ini idak hanya dipakai saat upacara kematian, namun juga dikenakan saat upacara pelantikan para pejabat pemerintah dengan harapan agar selalu diberi petunjuk dan kelancaran dalam menjalankan semua tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya nanti. Detail motif slobog Batik Motif Slobog Batik ini memiliki ciri khas warna yang klasik. Perpaduan antara warna sogan (coklat) dengan warna gelap menjadikan batik ini memiliki keunikan tersendiri. Seiring berjalannya waktu, kalangan anak muda pun mulai menggemari motif batik ini. Selain dari perpaduan warnanya yang klasik ...

Motif Parang Klithik Nithik Mydebz Batik

Motif Parang Klithik Nithik merupakan pola karang dengan stilasi yang halus. Ukurannya pun lebih keil dan juga menggambarkan citra feminim,motif ini melambangkan kelemah-lembutan,perilaku halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para putri saja. Sedangkan Nithik berasal dari penamaan motif yang termasuk dalam famili motif ceplok. Batik Motif Parang Klithik Nithik