Langsung ke konten utama

Proses Produksi Batik Mydebz Batik


Proses produksi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencapai dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan seluruh faktor-faktor produksi yang berupa modal, tenaga kerja serta metode dan cara tertentu. Untuk itu seluruh faktor-faktor produksi yang dimiliki harus diatur dan dikombinasikan sedemikian rupa, serta dimanfaatkan seefektif mungkin sehingga dapat menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang atau jasa dengan kuantitas, kualitas serta biaya sesuai dengan yang telah direncanakan.
Dalam proses produksinya perusahaan ini sebagian besar menggunakan tenaga kerja manusia dan alat-alat sederhana. Proses ini bersifat kontinyu, yaitu proses produksi secara berurutan melalui beberapa proses pengerjaan sampai menjadi barang jadi. Adapun bahan-bahan yang diperlukan untuk proses produksi dibedakan atas:
1)   Bahan baku        Kain, Malam, dan Pewarna.
2)  Bahan penolong     Alat-alat untuk membatik seperti canting, dan sebagainya.
Sedangkan proses produksi pembuatan batik adalah sebagai berikut:
Ø  Proses I :
Mempelajari pola yang akan dibuat atau sesuai dengan pesanan. Kemudian kain diberi gambar motif.
Ø  Proses II :
Pegawai yang akan mengerjakan batik diberi bimbingan bagaimana mengerjakan batik tersebut sesuai dengan polanya dan motif.
Ø  Proses III :
Kain batik yang sudah jadi kemudian diperiksa apakah sudah sesuai dengan kualifikasi pemesan. Apabila konsumen menghendaki untuk menjadikan kain tersebut baju, maka selanjutnya kain batik tersebut dijahit dan dibuat sesuai dengan model yang diminati oleh konsumen.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah dibalik Motif Batik Truntum

Menurut Winarso Kalinggo,motif truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Beruk,seorang garwa ampil (selir) dari Pakubuwana III yang bertahta dari 1749-1788 M. Ia adalah anak dari seorang abdi dalem bernama Mbok Wira Reja. Sang garwa ampil yang semula dicintai dan dimanja oleh raja,merasa dilupakan oleh raja yang telah mempunyai kekasih baru. Hatinya merasa sepi dan gundah karena harus melewatkan hari-harinya tanpa kehadiran sang raja. Pada suatu malam, perhatian Kanjeng Ratu Beruk tertuju pada indahnya bunga tanjung yang jatuh berguguran di halaman keraton yang berpasir pantai. Seketika itu juga ia mencanting motif bunga tanjung yang bertebaran itu pada sehelai kain. "Ini refleksi dari sebuah harapan. Walaupun langit malam telah tiada bulan, masih ada binatang sebagai penerang. Selalu ada kemudahan disetiap kesulitan. Sekecil apapun kesempatan, ia tetap bernama kesempatan," begitu ujar Winarso Kalinggo melukiskan harapan ratu pembuat truntum. Ketekunan ratu dalam membatik menari...

Motif Parang Rusak Mydebz Batik

Detail Motif Parang Rusak Merupakan motif parang yang paling terkenal di dunia. Makna dari motif Parang Rusak melambangkan seseorang yang kuat dan kokoh melawan kejahatan. Mampu mengendalikan keinginan dan hawa nafsu, sehingga dirinya menjadi bijaksana dan dapat menilai segala sesuatu dengan tepat. Motif ini pada jaman dahulu diperuntukkan bagi para penguasa dan ksatria. Konon katanya,batik ini memiliki kekuatan gaib. Pengrajin batik motif parang rusak harus membuat batik parang rusak dengan penuh kesabaran dan ketenangan. Sehinnga pembuatannya menjadi sempurna dan kekuatan gaib dapat diperoleh penggunanya. Kesalahan pada proses pembuatan dapat mengakibatkan hilangnya kekuatan gaib tersebut. Tapi masih dipertanyakan kebenarannya.

Motif Batik Sidomukti Mydebz Batik

Motif Batik Sidomukti Detail Motif Sidomukti Solo Definisi batik Sidomukti dijabarkan dari asal katanya. Sidomukti berasal dari kata ”sido” yang berarti “jadi/ menjadi atau terus menerus”, dan “mukti” yang berarti “mulia dan sejahtera”. Jadi pengertian batik Sidomukti adalah menjadi mulia dan sejahtera. Motif-motif batik berawalan "sido" mengandung harapan agar keinginan dapat segera tercapai. Batik Sidomukti mengandung harapan untuk mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Merupakan salah satu jenis batik kraton, yang biasanya terbuat dari zat pewarna soga alam . Warna soga atau coklat pada kain batik sidomukti merupakan warna batik klasik atau seperti aslinya. Motif batik Sidomukti memiliki corak tradisional dan lekuk-lekuk yang simetris dan motif batik sidomukti ini juga terkenal dengan corak dan pola tradisionalnya, baik pada batik cap maupun batik tulis. Penataan pola-pola pada motif batik sidomukti solo masih mengikuti aturan-aturan tertentu.